Friday, July 9, 2010

Hingar Bingar Dunia

Saya sangat bersyukur bahwa saya masih sekolah. Banyak orang yang masih tidak bisa menikmati mengayomi pendidikan dengan formal. Kemarin saya baru saja memberikan uang kepada seorang pengamen/peminta-minta yang berstatus masih anak-anak karena iba.

Saya sedang berada di perpustakaan, membaca beberapa majalah yang dilanggankan oleh SBM-ITB setiap bulannya. SBM-ITB adalah sekolah/universitas bertitel S1 yang fokus dalam mendidik anak-anaknya menjadi manajer handal. Entrepreneurship, Leadership dan Technology adalah moto yang dibawa olehnya. Saya sekarang sedang mengerjakan tugas akhir saya yang harus sudah dikumpulkan hari Senin dua minggu kedepan. Saya merasa bersyukur karena saya diberikan berkah untuk bisa fokus untuk mengerjakannya.

Mengapa seperti itu? Karena setelah saya membaca majalah-majalah yang dilanggankan setiap bulannya ini, hasrat saya untuk melakukan sesuatu semakin tertantang. Saya ingin segera membuat usaha untuk melayani lingkungan saya. Namun, saya sadar bahwa tugas akhir saya harus dikumpulkan dua minggu lagi, jadi saya harus menunda hasrat saya tersebut untuk fokus menuntaskan Tugas Akhir saya.

Alhamdulillah, saya masih bisa “hanya” mengamati fenomena yang terjadi di dunia ini melalui majalah-majalah yang saya baca. Tidak terbayang jika saya sudah terjun langsung kesana, pasti saya sudah tidak memikirkan lagi untuk menyelesaikan pendidikan saya karena fokus saya berpindah tempat. Boro-boro tugas akhir, kuis harian maupun kelas kuliah yang saya jalani tiap harinya, mungkin hanya menjadi sebuah “prioritas kedua” dari apa yang saya ingin laksanakan seperti apa yang ada di majalah-majalah yang saya baca. Hal ini pasti akan menjerumuskan saya untuk menelantari kegiatan belajar saya di sekolah karena terlalu semangat menjalani apa yang saya impi-impikan selama ini. Na’auzubillah.

Pantas saja, saya pernah mendengar salah satu hadist Nabi SAW yang menyatakan, Allah SWT sangat menyayangi serta memberikan pahala serta berkah yang sangat besar kepada para pelajar. Memang, apa yang saya rasakan selama ini, belajar memang merupakan hal yang sangat menantang. Suatu hari saya bisa saja mendapatkan pelajaran yang saya tidak mengerti, kurang sukai, bahkan sangat sulit untuk saya resapi. Hal ini mendorong saya untuk “lari dari kenyataan” dengan akhirnya melakukan hal-hal lain yang lebih saya senangi, maupun menimbulkan penyakit yang amat sangat berbahaya di dunia, yaitu penyakit M (Malas). Di hari yang lain, bisa saja saya mendapatkan pelajaran yang sangat mudah bagi saya yang saya kira tidak perlu untuk saya pelajari secara formal di kelas. Hal ini mendorong saya untuk menjadi acuh tak acuh dalam pelajaran yang membuat saya tidak fokus serta melalaikan pelajaran.

Kedua tantangan diatas adalah hal yang paling sulit untuk saya hadapi selama saya belajar di institusi formal sampai sekarang. Dalam situasi seperti ini, berbagai godaan datang setelah saya melihat realita-realita maupun imajinasi-imajinasi yang ada di dunia, dari mulai masalah-masalah yang ingin saya ikut bantu, sampai karya-karya seni brilian yang membuat saya ingin mencoba untuk membuatnya. Hal ini saya definisikan sebagai hingar bingar dunia.

Mudah-mudahan tulisan singkat saya ini bisa memberikan motivasi serta pencerahan buat semua yang sedang bekerja keras dalam mengerjakan tugas maupun pendidikannya di sekolah/universitas, dan tergoda untuk segera masuk ke dalam hingar bingar dunia sebelum menuntaskannya. Jangan menyerah! Semua pasti ada waktunya.

No comments:

Post a Comment