Thursday, June 24, 2010

Mau pilih apa ya? (General)

Ya, sekarang adalah masa-masanya memilih. Teman-teman SBM-ITB 2011 sedang menentukan pilihannya, akan “menjadi apa” mereka di SBM-ITB. Mereka akan memilih konsentrasi/major yang akan mereka jalani setahun kedepan. Seperti biasa, sebelum memilih diperlukan gambaran hal terhadap pilihan kita masing-masing. Saya pun memberikan konsultasi secara informal kepada teman-teman saya adik kelas 2011 untuk ini.

Tadi ada Faisal, SBM-ITB 2011 yang juga Ketua SMUTY (SBM Muslim Community) 2009-2010. Da bertanya tentang sebaikanya masuk jurasan apa. Saya memberikan rekomendasi untuk memilih sesuai hati nurani. Maksudnya adalah, memilih sesuai minat dan keinginan yang terdalam tentang apa yang akan dibawa dan dipelajari kedepannya.

Saya menceritakan pengalaman saya mengapa saya memilih General sebagai pilihan saya. General ini berarti saya mengambil beberapa matakuliah dari beberapa konsentrasi. Saya menceritakan latar belakang saya memilih General adalah untuk kepentingan networking. Saya kurang melihat kepentingan kesulitan atas perbedaan konsentrasi yang saya ambil karena, memang mata kuliah yang saya ambil memang sesuai dengan minat saya. Kebetulan, matakuliah yang saya ambil berada di konsentrasi yang berbeda.

Matakuliah tersebut antara lain: Intrapreneursip (yang sekarang saya jadikan topic untuk Tugas Akhir saya), yang merupakan konsentrasi Management of Innovation Technology (MIT), Servicescape Management (Marketing), Creative Economy (Operation), Creativity and Innovation (MIT), dan Financial Planning (Finance). Jadi saya mengambil matakuliah dari beberapa konsentrasi.

Hal kedua yang melatarbelakangi saya memilih General adalah agar minimal saya mengetahui pembicaraan/topik yang dibahas oleh teman-teman dari masing-masing konsentrasi. Misalnya teman-teman Finance membahas tentang saham maupun reksadana, saya minimal sedikit tahu tenatng itu. Kemudian teman-teman Marketing yang membahas tentang 4P, STP, maupun Marketing Mix , saya juga minimal tahu tentang itu.

Hal ketiga yang melatarbelakangi saya memilih General dengan dua matakuliah berkonsentrasi MTI adalah karena saya bercita-cita membuat usaha namun belum kepikiran mau bikin apa. Yang saya dapat adalah, MIT berkaitan erat dengan Entrepreneurship namun lebih bersifat teoritis. Disana antara lain membahas tentang Intrapreneurship, yaitu semangat kewirausahaan di dalam perusahaan, sifat-sifat organisasi, maupun yang bersifat kreatifitas yang saya pelajari di Creativity and Innovation.

Secara umum, Faisal menginginkan masuk Marketing. Saya ingatkan dia lagi untuk memilih sesuai hati nurani serta minat yang diinginkan. Mudah-mudahan bermanfaat buat dia.

Satu lagi teman SBM-ITB 2011, Irsyad, dia ingin masuk ke Entrepreneurship Track (E-track), dimana merupakan pilihan bagi para entrepreneur sejati untuk membuat mimpi mereka menjadi kenyataan (makes dream come true). Tempat dimana, pribadi-pribadi sejati menentukan nasib hidupnya di tangannya sendiri. Program unggulan SBM-ITB yang memerpanjang kelulusan menjadi 4 tahun dengan memberikan keleluasaan jiwa wirausahawan seseorang untuk berkembang dan menjadi sesuatu.

Saya juga sharing tentang teman-teman saya yang ikut E-track ke dia. Mereka ditugaskan untuk membuat Business Plan dimana target akhir dari mereka adalah menciptakan usaha. Saat ini, teman-teman saya yang ikut E-track sedang sibuk launching businessnya masing-masing. Teman saya sekaligus sepupu jauh saya, Vidya, mengembangkan bisnis butik miliknya yang sudah ia rintis sebelumnya bernama “Moro”. Sekarang ia sendan berusaha untuk mengembangkan jaringan serta marketing businessnya kepada rekan-rekannya. Teman saya Winardi, sedang mempersiapkan launching business restorannya “Dapur Iga” yang teletak di Jl. Ciumbeuleuit dengan terlebih dahulu mendesign logo restorannya agar terkesan catchy namun tetap mempunyai filosofi serta menggiurkan bagi para pelanggan untuk datang dan mencoba. Teman saya yang lain, Arbei, barusan melaunching usaha restorannya “Garuda Chinese Food” yang terletak di dekat Jl. Palasari. Dia fokus untuk menyajikan masakan ala Chinese dengan cita rasa serta kualitas tinggi.

Irsyad pun bertanya, bagaimana jika businessnya sudah ada sebelumnya. Saya pun menjawab bahwa itu sebuah keuntungan dibandingkan teman-teman yang lain. Jadi kita dapat lebih fokus untuk mengembangkan jaringan bisnis kita agar lebih dikenal oleh kalangan luas.

Mudah-mudahan teman-teman SBM ITB 2011 dapat memilih matakuliah maupun konsentrasinya masing-masing yang terbaik. Pilihlah sesuai hati nurani serta mimpi masing-masing. Pilihlah yang paling dicintai, dan cintailah yang telah dipilih. Semoga sukses! :)

Wednesday, June 23, 2010

Laparlah untuk Menulis

Ya, suatu hari saya membaca buku di Perpustakaan Salman ITB tentang How To Be A Writer karangan seorang penulis Indonesia yang saya lupa namanya. Disana dituliskan cara-cara mutakhir untuk menjadi seorang penulis. Salah satu artikel yang disusunnya adalah tentang wawancaranya dengan penulis ternama Indonesia yaitu Putu Wijaya.

Sang penulis mewawancara beliau tentang bagaimana cara menjadi penulis yang produktif. Putu Wijaya mengatakan bahwa untuk menulis yang produktif diperlukan rasa lapar menulis. Jadi seperti makan, kita juga harus lapar dulu untuk menulis. Sebuah ide yang sangat brilian.

Saya pun ingat sewaktu saya bermain di kantor Ibu saya di Salemba UI, dimana sewaktu SMP saya senang bermain ke tempat administrator jaringan komputer disana. Saya pada saat itu sedang gila-gilanya bermain dan mengeksplor Linux, sekitar awal tahun 2000. Karena rasa penasaran saya, saya tentu bertanya kepada abang administrator yang ada disana tentang bagaimana cara menguasai Linux. Dia pun mengatakan, harus “Pegal Linux” dulu. Ok, tidak terlalu berkaitan dengan hal ini, saya pun kembali menulis disini.

Tadi saya baru saja menjalani sebuah training e-books di Perpustakaan ITB dan saya baru menyadari e-books di ITB sangat disupport dan ITB telah mengeluarkan dana sebesar kurang lebih $50.000 untuk berlangganan e-books maupun e-journal untuk melayani kebutuhan penelitian di ITB. Itu semua juga ternyata kurang tersosialisasi dengan baik dengan pengaplikasian yang sudah berjalan sekitar satu setengah tahun sebelumnya dengan pengguna yang relatif sedikit. Sekarang dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat civitas akademika ITB dapat memanfaatkan fasilitas e-book dan e-journal yang dapat diakses langsung melalui lib.itb.ac.id dengan baik.

Ok, saya juga ingin menulis yang lain lagi. Saya kemarin baru mengecek ke Togamas apakah ada buku baru yang saya cari. Sebetulnya saya sedang mencari Marmut Merah Jambu karya Raditya Dika yang terbaru, namun ternyata belum ada. Saya juga tertarik untuk membeli dua buah buku lain yaitu Bumi Cinta karya Habiburahman El Syahrizy serta Aku Ini Binatang Jalang karya esensial Chairil Anwar yang merupakan pujangga ternama Indonesia angkatan 45. Namun saya memutuskan untuk tidak membelinya dulu karena saya mempunyai prioritas lain yaitu, membeli atlas dunia!

Ya, mengapa atlas dunia? Karena saya ingin mendekor ulang kamar saya dan saya melihat Alditsa “Dochi” Sadega memasang atlas dunia di kamarnya, yang menurut saya cukup menarik untuk saya ikuti. Yang saya tangkap adalah, ini menandakan bahwa dia menginginkan pergi keliling dunia. Saya pun menginginkannya, jadi saya juga tertarik membeli dan memasangnya di kamar.

Ok, selain itu, sudah sejak lama saya berada di perpustakaan SBM-ITB menyusun skripsi yang bertemakan Intrapreneurship ini. Saya memerlukan data skripsi yang diambil dari dua tempat yaitu Mizan Publishing House, dimana saya melakukan magang pada semester sebelumnya, serta Penerbit ITB. Alhamdulillah, kedua data yang dibutuhkan untuk menyusun skripsi sudah saya dapatkan, sekarang tinggal menyelesaikan proses data yang ada. Mudah-mudahan, saya bisa cukup efektif memanfaatkan waktu yang ada.

Saya kangen APRES. Saya sudah lama tidak kesana, tapi itu sudah selesai. Dan saya harus bisa menempuh hal baru. Mudah-mudahan silaturahmi bisa tetap terjaga. Ok, time to go now. Alhamdulillah bisa mengisi thdy lagi. Semoga bermanfaat. :)