Wednesday, August 11, 2010

Hidup Sehat Rasulullah SAW

Siapa si yang tidak ingin hidupnya sehat? Sehat adalah anugrah terbesar yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Kesehatan bisa menunjang kita untuk dapat beraktifitas dan tentunya beramal kepada orang lain secara lebih optimal. Kesehatan juga tidak dapat dibeli dengan uang. Coba, siapa si orang yang mau dibayar untuk mengorbankan kesehatannya? Tidak ada.

Berbicara dengan hidup sehat, bagaimana si Rasulullah SAW bisa menjalani hidup sehat ini? Ternyata terdapat tiga hal penting yang rutin Rasulullah SAW lakukan untuk menjaga kesehatanya dikala kegiatan dakwah nya yang sangat keras dalam hidupnya.

Tiga hal itu diantaranya adalah:

1. Nabi SAW memulai harinya dengan mengonsumsi madu dan meminum air. Al-Quran ternyata telah memberi tahu kita bahwa di dalam madu terdapat obat untuk manusia. Terbukti, rutinitas Rasulullah meminum madu ini ternyata membuat Rasulullah SAW bisa bertahan dan tetap optimal menjalani aktifitasnya yang sangat padat tersebut.

2. Nabi SAW mengakhiri harinya dengan memakan kurma dan meminum air. Kurma merupakan buah yang pula disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak 63 kali, serta di dalam kurma terdapat zat-zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kurma mempunyai sifat yang panas dan kering, dan Rasulullah selalu mengonsumsi kurma di akhir bukan di awal.

3. Nabi SAW kalau makan sederhana, maksimal hanya dua jenis makanan saja dalam sekali makan. Jadi pencernaan beliau juga tidak dipaksa untuk mencerna berbagai macam hal dalam sekali makan yang membuat sistem pencernaan beliau tetap lancar.

Wah, kalau tiga hal ini mulai kita lakukan mulai sekarang, Insya Allah kita bisa selalu sehat seperti Rasulullah SAW. Selamat hidup sehat! :)

Wednesday, July 14, 2010

Putu for everyone!

Perut saya lapar malam ini. Saya pun segera mencari makan malam yang sekiranya dapat mengisi perut saya ini. Saya pun segera pergi ke tempat langganan saya di warung Nasi Uduk dekat kosan. Sembari dalam perjalanan, saya baru sadar bahwa isi dompet saya sudah tipis, dan saya berinisiatif untuk mengambil uang di ATM dekat Alfamart, Jl. Dipatiukur, terlebih dahulu.

Sewaktu menuju ATM, di depan pintu ATM ternyata ada yang menjual jajanan tradisional yang telah lama saya tidak melihatnya. Jajanan ini adalah salah satu jenis makanan yang bisa dijual pada malam hari. Mungkin karena sifatnya yang perlu disajikan secara hangat. Makanan ini bukanlah gorengan, martabak, atau semacamnya. Jajanan malam ini terbuat dari kelapa parut yang berisi gula merah atau gula Jawa. Jajanan ini bukanlah kelepon, melainkan Kue Putu!

Ya, kue ini jarang bisa ditemui di lingkungan sekitar karena kue ini biasanya dijual secara asongan yang berkeliling. Menemukan yang menjual saja sudah merupakan keberuntungan tersendiri. Penjual Kue Putu biasanya ditandai dengan suara yang dihasilkan dari alat pembuat kue putu tersebut. Jika penjual Mie Ayam membawa “kentongan”, penjual Es Cendol mendentingkan piring yang akan disajikan bersama Es Cendolnya, serta penjual Sate keliling langsung meneriakkan nama barang yang dijualnya, yaitu “sate”, penjual Kue Putu biasanya menjual barang dagangannya dengan membunyikan suara uap air yang dihembuskan melalui sebuah lubang kecil, menyerupai suara seruling bambu. Uap air yang dihembuskan melalui lubang kecil tersebut adalah alat untuk memasak Kue Putu itu sendiri.

Pertama-tama saya mengajukan pesanan sebanyak Rp5.000 (10 buah). Namun, saya ingat para tetangga saya di kosan dan memutuskan untuk memesan sebanyak Rp15.000 (30 buah). Kue Putu ini pun saya bagikan 10 buah kepada AA dan Teteh, sang guardian dan key master kosan, 5 buah kepada sepupu saya Sasri, 5 buah kepada Dimas, 5 buah kepada Sharon, dan 5 buah saya nikmati sendiri. Putu for everyone!

Sembari mengukus adonan Kue Putu yang dicetak dalam sebuah selongsong bambou satu per satu, saya pun menyempatkan diri untuk mengobrol sejenak dengan sang pedagang. Sang pedangang Kue Putu tersebut ternyata berasal dari Jawa Tengah, dan sekarang dia memang tinggal di Bandung, di Sukaluyu. Saya juga mengaku bahwa saya berasal dari Jakarta, namun orang tua saya asli Jawa. Dia pun bersemangat menceritakan tentang perjalanannya ke Bandung beberapa hari yang lalu setelah berpartisipasi dalam sebuah acara pernikahan.

Tiba-tiba, dia bersemangat untuk menceritakan keponakannya yang baru saja lulus di dua perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yaitu ITB dan IPB. Dia menceritakan bahwa keponakannya tersebut berasal dari SMA Plus di Bandung dengan memiliki rata-rata nilai Matematika sebesar 10. Sang keponakan ini pun akhirnya memilih IPB. Hal yang lebih menggugah saya adalah, seluruh biaya SMA serta kuliahnya, sepenuhnya disubsidi oleh pemerintah sebagai siswa unggulan. Subhanallah.

30 buah Kue Putu pun rampung dikukus satu persatu dan dibungkus dalam kertas serta dimasukkan kedalam plastik. Saya membayar dengan lega. Sang pedagang ini telah menjual dagangannya serta menggugah diri saya.

“Seseorang yang bekerja keras pagi sampai sore akibat mencari nafkah akan lebih disukai Allah SWT dari peminta-minta yang kadang diberi kadang tidak.” (HR Bukhari)

Pertama saya ingin memulai mengobrol dengan sang pedagang yang dengan tangguhnya menjajakkan barang dagangannya sendiri di samping sebuah toko ini, saya pun dilandasi rasa iba. Namun, setelah saya mendengarkan semangatnya dalam berdagang dan bercerita, membuat saya berpikir dua kali. Mengapa saya harus merasa iba kepada seorang pedangang yang yakin dan bahagia atas apa yang ia kerjakannya, berusaha memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri dengan cara yang halal, dan yang terpenting, menyediakan dagangan yang memang ingin saya beli at the right place, at the right time? Justru mungkin dia yang iba kepada saya karena harus keluar malam-malam untuk mencari makan malam yang sudah telat pada waktunya ini. :)

Sang pedangang ini telah melakukan pengejawantahan izzah/harga dirinya sendiri. Dengan bekerja keras dengan cara berdagang, dia telah meninggikan derajat dirinya di mata Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang yang bekerja keras dalam kebaikan. Sebuah pelajaran yang berharga untuk kita semua, Insya Allah.

Sunday, July 11, 2010

How to manage our creative process

Elizabeth Gilbert teaches us how to manage our creative process. The paradigm that creative people is very connected with “other side of ourselves” which is really counts the career of the creative people, is actually bounced by her point of view. She said that the creativity mind which is connected with the other side of the people shouldn’t colonize the actual normal mind of people, which makes our live be in the normal human being. As long as it takes in the “flow” of our creativity, then just do it, but when it’s not, just do the job as creative people.

This is a very interesting point of view from Elizabeth Gilbert as a creative people. She doesn’t believe that creative people life should be near with drugs, alcohol, or other type of things and activities which are actually destructive lifestyle to bring out the “other side of us”, or our “genius” of creativity to pop out. She denied that all creative people are related to that, and she doesn’t want to. She engaged creative people to still be creative and not haunted by the judgment and lifestyle.

Many creative theory or philosophy explained that creative mind is actually ruled by “the other side of us” which is “our creativity mind” and separate with the normal mind. In Greek, it usually called the “genius” mind. This theory actually believed by the old Greek and Roman view. So, the creative people actually can just excuse themselves if their creative works or result doesn’t appear to be good on his/her and other people’s point of view. They just blame their “genius”ness are appears on lameness or bad condition.

The other view of creativity, tells that our creative mind is actually pulsed by other people creative work, or we usually called creative hero/worship of other people creative work. This is actually not a right to view our creative thinking too because; it will “swallow the sun” up of the creative hero works that we worship. We just like being their occupant to our creative hero’s vessel that wouldn’t express our creative originality which would lead to another confusion and self destruction.

Many cases, especially creative people cases on the West, had ended their career on self-depression an self destructiveness, because of the wrong point of view and low knowledge of creative process and management. Elizabeth describes, it would occur very hard for them, and it occurs in very large number of creative people, especially in America. This paradigm would lead the image of creative people as, a full depression people, with ongoing creative impulses that torched them, close with death by depression, and self suicide in young age.

Elizabeth believes that first; our creative mind is actually come originally from ourselves and “the other side of us” which is usually called our “genius” or the creative mind, is actually not come from ourselves. She believes that it comes from God. She took examples in other place in the world such as Africa, about the dancers and the musician who perform there. Along the performance, they would call “Allah, Allah” which means “God, God”. In many other countries, it already changed to “Ole” in Spain, “Bravo”, or other type of expression which actually express the existence of God.

So, Elizabeth gives us how to manage our creativity is by believing that the creativity actually come from ourselves as a creative professional, and not by the impulses which came from “the other side of us” which is our “genius” or creative mind which only pops out uncertainly, that would lead to a thinking that, our creativity is “behind us”. The “mood” and/or ideas of our creative minds are actually involved God, but not actually the core of our creativity process. So, if the “mood” and/or the ideas don’t pop out, just remember about our professionalism as a creative people to “just do your job”.

“If you’re a dancer, just do your dance, and if it involves the “God”, and then just “Ole!” If it’s not, just do your job.” –Elizabeth Gilbert-

Professionalism is truly the key of creativity, or other type of job. That’s why Allah SWT really loves their “umat/people/followers” to be professional in all aspects of life, especially in serving the needs of other people. Subahanallah.

*Elizabeth Gilbert is the writer of the book Eat, Pray, Love.

Friday, July 9, 2010

Hingar Bingar Dunia

Saya sangat bersyukur bahwa saya masih sekolah. Banyak orang yang masih tidak bisa menikmati mengayomi pendidikan dengan formal. Kemarin saya baru saja memberikan uang kepada seorang pengamen/peminta-minta yang berstatus masih anak-anak karena iba.

Saya sedang berada di perpustakaan, membaca beberapa majalah yang dilanggankan oleh SBM-ITB setiap bulannya. SBM-ITB adalah sekolah/universitas bertitel S1 yang fokus dalam mendidik anak-anaknya menjadi manajer handal. Entrepreneurship, Leadership dan Technology adalah moto yang dibawa olehnya. Saya sekarang sedang mengerjakan tugas akhir saya yang harus sudah dikumpulkan hari Senin dua minggu kedepan. Saya merasa bersyukur karena saya diberikan berkah untuk bisa fokus untuk mengerjakannya.

Mengapa seperti itu? Karena setelah saya membaca majalah-majalah yang dilanggankan setiap bulannya ini, hasrat saya untuk melakukan sesuatu semakin tertantang. Saya ingin segera membuat usaha untuk melayani lingkungan saya. Namun, saya sadar bahwa tugas akhir saya harus dikumpulkan dua minggu lagi, jadi saya harus menunda hasrat saya tersebut untuk fokus menuntaskan Tugas Akhir saya.

Alhamdulillah, saya masih bisa “hanya” mengamati fenomena yang terjadi di dunia ini melalui majalah-majalah yang saya baca. Tidak terbayang jika saya sudah terjun langsung kesana, pasti saya sudah tidak memikirkan lagi untuk menyelesaikan pendidikan saya karena fokus saya berpindah tempat. Boro-boro tugas akhir, kuis harian maupun kelas kuliah yang saya jalani tiap harinya, mungkin hanya menjadi sebuah “prioritas kedua” dari apa yang saya ingin laksanakan seperti apa yang ada di majalah-majalah yang saya baca. Hal ini pasti akan menjerumuskan saya untuk menelantari kegiatan belajar saya di sekolah karena terlalu semangat menjalani apa yang saya impi-impikan selama ini. Na’auzubillah.

Pantas saja, saya pernah mendengar salah satu hadist Nabi SAW yang menyatakan, Allah SWT sangat menyayangi serta memberikan pahala serta berkah yang sangat besar kepada para pelajar. Memang, apa yang saya rasakan selama ini, belajar memang merupakan hal yang sangat menantang. Suatu hari saya bisa saja mendapatkan pelajaran yang saya tidak mengerti, kurang sukai, bahkan sangat sulit untuk saya resapi. Hal ini mendorong saya untuk “lari dari kenyataan” dengan akhirnya melakukan hal-hal lain yang lebih saya senangi, maupun menimbulkan penyakit yang amat sangat berbahaya di dunia, yaitu penyakit M (Malas). Di hari yang lain, bisa saja saya mendapatkan pelajaran yang sangat mudah bagi saya yang saya kira tidak perlu untuk saya pelajari secara formal di kelas. Hal ini mendorong saya untuk menjadi acuh tak acuh dalam pelajaran yang membuat saya tidak fokus serta melalaikan pelajaran.

Kedua tantangan diatas adalah hal yang paling sulit untuk saya hadapi selama saya belajar di institusi formal sampai sekarang. Dalam situasi seperti ini, berbagai godaan datang setelah saya melihat realita-realita maupun imajinasi-imajinasi yang ada di dunia, dari mulai masalah-masalah yang ingin saya ikut bantu, sampai karya-karya seni brilian yang membuat saya ingin mencoba untuk membuatnya. Hal ini saya definisikan sebagai hingar bingar dunia.

Mudah-mudahan tulisan singkat saya ini bisa memberikan motivasi serta pencerahan buat semua yang sedang bekerja keras dalam mengerjakan tugas maupun pendidikannya di sekolah/universitas, dan tergoda untuk segera masuk ke dalam hingar bingar dunia sebelum menuntaskannya. Jangan menyerah! Semua pasti ada waktunya.

Wednesday, July 7, 2010

Kebahagiaan Sempurna

Rasulullah SAW adalah seorang pedagang dan beliau sangat menganjurkan agar masyarakatnya dapat memenuhi kebutuhan pribadi serta finansialnya sendiri dan tidak bergantung oleh rasa kasihan orang lain. Belau tidak suka jika seseorang menggantukan hidupnya maupun harga dirinya hanya dari rasa kasihan orang lain, seperti peminta-minta di pinggir jalan. Beliau sangat menghargai seseorang yang bekerja serta berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Rasulullah SAW bersabda “Seseorang yang bekerja keras pagi sampai sore akibat mencari nafkah akan lebih disukai Allah SWT dari peminta-minta yang kadang diberi kadang tidak.” (HR Bukhari)

Surat An-Naba ayat 10-11 mengatakan “Dan kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk penghidupan.” Jadi, Islam menganjurkan kita untuk bekerja dengan keras di siang hari serta beristirahat di malam hari. Dalam beraktifitas, kita harus dapat seimbang antara bekerja dan istirahat dan Allah SWT memberikan kita waktu siang dan malam untuk bekerja mencari rezeki yang halal serta barokah dan untuk beristirahat.

Mudah-mudahan dalam bekerja kali lini, kita dapat lebih baik lagi dari hari kemarin serta dapat bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Sesungguhnya bekerja itu akan menciptakan kebahagiaan dunia-akhirat, yang artinya akan mencapai sebuah kebahagiaan yang sempurna.

Daftar Pustaka:
Buku “Rahasia Sukses Bisnis Rasulullah” oleh Malahayati, S. Psi, Penerbit Great! Publisher

Thursday, June 24, 2010

Mau pilih apa ya? (General)

Ya, sekarang adalah masa-masanya memilih. Teman-teman SBM-ITB 2011 sedang menentukan pilihannya, akan “menjadi apa” mereka di SBM-ITB. Mereka akan memilih konsentrasi/major yang akan mereka jalani setahun kedepan. Seperti biasa, sebelum memilih diperlukan gambaran hal terhadap pilihan kita masing-masing. Saya pun memberikan konsultasi secara informal kepada teman-teman saya adik kelas 2011 untuk ini.

Tadi ada Faisal, SBM-ITB 2011 yang juga Ketua SMUTY (SBM Muslim Community) 2009-2010. Da bertanya tentang sebaikanya masuk jurasan apa. Saya memberikan rekomendasi untuk memilih sesuai hati nurani. Maksudnya adalah, memilih sesuai minat dan keinginan yang terdalam tentang apa yang akan dibawa dan dipelajari kedepannya.

Saya menceritakan pengalaman saya mengapa saya memilih General sebagai pilihan saya. General ini berarti saya mengambil beberapa matakuliah dari beberapa konsentrasi. Saya menceritakan latar belakang saya memilih General adalah untuk kepentingan networking. Saya kurang melihat kepentingan kesulitan atas perbedaan konsentrasi yang saya ambil karena, memang mata kuliah yang saya ambil memang sesuai dengan minat saya. Kebetulan, matakuliah yang saya ambil berada di konsentrasi yang berbeda.

Matakuliah tersebut antara lain: Intrapreneursip (yang sekarang saya jadikan topic untuk Tugas Akhir saya), yang merupakan konsentrasi Management of Innovation Technology (MIT), Servicescape Management (Marketing), Creative Economy (Operation), Creativity and Innovation (MIT), dan Financial Planning (Finance). Jadi saya mengambil matakuliah dari beberapa konsentrasi.

Hal kedua yang melatarbelakangi saya memilih General adalah agar minimal saya mengetahui pembicaraan/topik yang dibahas oleh teman-teman dari masing-masing konsentrasi. Misalnya teman-teman Finance membahas tentang saham maupun reksadana, saya minimal sedikit tahu tenatng itu. Kemudian teman-teman Marketing yang membahas tentang 4P, STP, maupun Marketing Mix , saya juga minimal tahu tentang itu.

Hal ketiga yang melatarbelakangi saya memilih General dengan dua matakuliah berkonsentrasi MTI adalah karena saya bercita-cita membuat usaha namun belum kepikiran mau bikin apa. Yang saya dapat adalah, MIT berkaitan erat dengan Entrepreneurship namun lebih bersifat teoritis. Disana antara lain membahas tentang Intrapreneurship, yaitu semangat kewirausahaan di dalam perusahaan, sifat-sifat organisasi, maupun yang bersifat kreatifitas yang saya pelajari di Creativity and Innovation.

Secara umum, Faisal menginginkan masuk Marketing. Saya ingatkan dia lagi untuk memilih sesuai hati nurani serta minat yang diinginkan. Mudah-mudahan bermanfaat buat dia.

Satu lagi teman SBM-ITB 2011, Irsyad, dia ingin masuk ke Entrepreneurship Track (E-track), dimana merupakan pilihan bagi para entrepreneur sejati untuk membuat mimpi mereka menjadi kenyataan (makes dream come true). Tempat dimana, pribadi-pribadi sejati menentukan nasib hidupnya di tangannya sendiri. Program unggulan SBM-ITB yang memerpanjang kelulusan menjadi 4 tahun dengan memberikan keleluasaan jiwa wirausahawan seseorang untuk berkembang dan menjadi sesuatu.

Saya juga sharing tentang teman-teman saya yang ikut E-track ke dia. Mereka ditugaskan untuk membuat Business Plan dimana target akhir dari mereka adalah menciptakan usaha. Saat ini, teman-teman saya yang ikut E-track sedang sibuk launching businessnya masing-masing. Teman saya sekaligus sepupu jauh saya, Vidya, mengembangkan bisnis butik miliknya yang sudah ia rintis sebelumnya bernama “Moro”. Sekarang ia sendan berusaha untuk mengembangkan jaringan serta marketing businessnya kepada rekan-rekannya. Teman saya Winardi, sedang mempersiapkan launching business restorannya “Dapur Iga” yang teletak di Jl. Ciumbeuleuit dengan terlebih dahulu mendesign logo restorannya agar terkesan catchy namun tetap mempunyai filosofi serta menggiurkan bagi para pelanggan untuk datang dan mencoba. Teman saya yang lain, Arbei, barusan melaunching usaha restorannya “Garuda Chinese Food” yang terletak di dekat Jl. Palasari. Dia fokus untuk menyajikan masakan ala Chinese dengan cita rasa serta kualitas tinggi.

Irsyad pun bertanya, bagaimana jika businessnya sudah ada sebelumnya. Saya pun menjawab bahwa itu sebuah keuntungan dibandingkan teman-teman yang lain. Jadi kita dapat lebih fokus untuk mengembangkan jaringan bisnis kita agar lebih dikenal oleh kalangan luas.

Mudah-mudahan teman-teman SBM ITB 2011 dapat memilih matakuliah maupun konsentrasinya masing-masing yang terbaik. Pilihlah sesuai hati nurani serta mimpi masing-masing. Pilihlah yang paling dicintai, dan cintailah yang telah dipilih. Semoga sukses! :)

Wednesday, June 23, 2010

Laparlah untuk Menulis

Ya, suatu hari saya membaca buku di Perpustakaan Salman ITB tentang How To Be A Writer karangan seorang penulis Indonesia yang saya lupa namanya. Disana dituliskan cara-cara mutakhir untuk menjadi seorang penulis. Salah satu artikel yang disusunnya adalah tentang wawancaranya dengan penulis ternama Indonesia yaitu Putu Wijaya.

Sang penulis mewawancara beliau tentang bagaimana cara menjadi penulis yang produktif. Putu Wijaya mengatakan bahwa untuk menulis yang produktif diperlukan rasa lapar menulis. Jadi seperti makan, kita juga harus lapar dulu untuk menulis. Sebuah ide yang sangat brilian.

Saya pun ingat sewaktu saya bermain di kantor Ibu saya di Salemba UI, dimana sewaktu SMP saya senang bermain ke tempat administrator jaringan komputer disana. Saya pada saat itu sedang gila-gilanya bermain dan mengeksplor Linux, sekitar awal tahun 2000. Karena rasa penasaran saya, saya tentu bertanya kepada abang administrator yang ada disana tentang bagaimana cara menguasai Linux. Dia pun mengatakan, harus “Pegal Linux” dulu. Ok, tidak terlalu berkaitan dengan hal ini, saya pun kembali menulis disini.

Tadi saya baru saja menjalani sebuah training e-books di Perpustakaan ITB dan saya baru menyadari e-books di ITB sangat disupport dan ITB telah mengeluarkan dana sebesar kurang lebih $50.000 untuk berlangganan e-books maupun e-journal untuk melayani kebutuhan penelitian di ITB. Itu semua juga ternyata kurang tersosialisasi dengan baik dengan pengaplikasian yang sudah berjalan sekitar satu setengah tahun sebelumnya dengan pengguna yang relatif sedikit. Sekarang dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat civitas akademika ITB dapat memanfaatkan fasilitas e-book dan e-journal yang dapat diakses langsung melalui lib.itb.ac.id dengan baik.

Ok, saya juga ingin menulis yang lain lagi. Saya kemarin baru mengecek ke Togamas apakah ada buku baru yang saya cari. Sebetulnya saya sedang mencari Marmut Merah Jambu karya Raditya Dika yang terbaru, namun ternyata belum ada. Saya juga tertarik untuk membeli dua buah buku lain yaitu Bumi Cinta karya Habiburahman El Syahrizy serta Aku Ini Binatang Jalang karya esensial Chairil Anwar yang merupakan pujangga ternama Indonesia angkatan 45. Namun saya memutuskan untuk tidak membelinya dulu karena saya mempunyai prioritas lain yaitu, membeli atlas dunia!

Ya, mengapa atlas dunia? Karena saya ingin mendekor ulang kamar saya dan saya melihat Alditsa “Dochi” Sadega memasang atlas dunia di kamarnya, yang menurut saya cukup menarik untuk saya ikuti. Yang saya tangkap adalah, ini menandakan bahwa dia menginginkan pergi keliling dunia. Saya pun menginginkannya, jadi saya juga tertarik membeli dan memasangnya di kamar.

Ok, selain itu, sudah sejak lama saya berada di perpustakaan SBM-ITB menyusun skripsi yang bertemakan Intrapreneurship ini. Saya memerlukan data skripsi yang diambil dari dua tempat yaitu Mizan Publishing House, dimana saya melakukan magang pada semester sebelumnya, serta Penerbit ITB. Alhamdulillah, kedua data yang dibutuhkan untuk menyusun skripsi sudah saya dapatkan, sekarang tinggal menyelesaikan proses data yang ada. Mudah-mudahan, saya bisa cukup efektif memanfaatkan waktu yang ada.

Saya kangen APRES. Saya sudah lama tidak kesana, tapi itu sudah selesai. Dan saya harus bisa menempuh hal baru. Mudah-mudahan silaturahmi bisa tetap terjaga. Ok, time to go now. Alhamdulillah bisa mengisi thdy lagi. Semoga bermanfaat. :)

Wednesday, April 28, 2010

Tenang.

Wednesday, March 10, 2010

Music is background

Mau bagaimanapun dan sedominan apaun musik adalah sebuah background.

Monday, March 1, 2010

Five Wishes by Gay Hendricks



Tuntaskan. Masalah bagaikan batu yang menghambat aliran sungai. Semakin banyak batu yang menghambat, akan menyumbat aliran itu dan membuatnya bleber ke mana-mana

Selesaikan. Menyelesaikan masalah itu melampaui rasa nyaman. Minta maaf dan bayar hutang.

Menulis dari hati tentang segala sesuatu yang bermakna yang telah saya pelajari selama masa kehidupan saya di bumi.

Merasakan tuhan.

Hidup bahagia.

Metode


Alasan utama kehidupan saya bukan sebuah sukses sempurna karena saya tidak ...

Kehidupan saya bukan merupakan kesuksesan yang sempurna karena saya tidak ...

Kehidupan saya bukan merupakan kesuksesan yang sempurna karena saya tidak ...

Kehidupan saya bukan merupakan kesuksesan yang sempurna karena saya tidak ...

Kehidupan saya bukan merupakan kesuksesan yang sempurna karena saya tidak ...



Agar kehidupan saya menjadi sebuah kesuksesan yang sempurna, saya berharap saya telah ...

Dan saya berharap saya telah ...

Dan saya juga berharap saya telah ...

Dan ...

Dan ...



Kehidupan saya adalah sebuah seukses yang sempurna karena sekarang saya ...

Kehidupan saa itu juga sebuah kesuksesan kaerna sekarang saya ...

Dan sekarang saya ...

Dan sekarang saya ...

Dan sekarang saya ...



Ranjang kematian

Relief.

Sunday, February 28, 2010

Quotes from Young, Rich, & Famous by Jeanne Webster, C.P.C.



Perjalanan Terhebat Dalam Hidupmu (Seberapa Besar Impianmu?)

“Kebanyakan orang meninggal dunia saat musik mereka masih terpendam dalam diri.” –Benjamin Disraeli-

“Kalau kamu membatasi pilihanmu hanya pada hal-hal yang kelihatannya mungkin atau masuk alak untuk dilakukan, berarti kamu nggak benar benar mengejar yang kamu inginkan, dan yang akan tertinggal hanyalah kompromi.” –Robert Fritz-

Menetapkan Tujuan (Jadi, apa, sih, Impianmu?)

“Kita seharusnya merancang masa depan kita sendiri.” –Buckminster Fuller-

“Hargai visi dan impianmu karena mereka adalah anak-anak dari jiwamu, ‘cetak biru’ dari prestasi terhebatmu.” –Napoleon Hill-

“Aku nggak bisa memberimu rumus kesuksesan, tetapi aku tahu rumus kegagalan, yaitu ‘berusaha untuk memenuhi keinginan setiap orang’.” –Herbet Bayard Swoope-

Persiapan Perjalanan (Pilihan, Perspektif, dan Keberuntungan)

“Keberuntungan adalah kesempatan yang dipertemukan dengan persiapan – dan siap atau tidak siap adalah pilihan pribadi.” –Neil Boortz-

“Kamu nggak bisa memilih cara dan waktu buat meninggal. Tapi, kamu bisa memutuskan caramu hidup sekarang.” –Joan Baez-

“Nasib itu bukan masalah perubahan, melainkan masalah pilihan. Nasib itu nggak harus ditunggu, tapi harus dicapai.” –William Jennings Bry-

“Bakatmu diberikan buat digunakan, bukannya disembunyikan. Apa gunanya jam matahari kalau disimpan di tempat gelap?” –Benjamin Franklin-

“Kehidupan adalah perubahan. Tapi, perkembangan adalah pilihan. So, buatlah pilihan yang bijaksana.” –Karen Kaiser Clark-

Merencanakan Jalanmu (Kamu Yang Seutuhnya)

“Kamu pasti bisa mencapai tujuanmu kalau kamu melakukannya dengan sepenuh hati.” –Mack R.Douglas-

“Hal-hal besar nggak begitu saja terjadi, tetapi melalui rangkaian hal-hal kecil yang dikumpulkan bersama-sama.” –Vincent Van Gogh-

“Kalau kamu nggak pernah merasa perlu berubah atau nggak ada keberanian untuk membuat perubahan dalam hidupmu, berarti kamu cuma numpang hidup saja.” –Brandon Abernathy-
“Satu-satunya batasan dalam diri kita adalah batasan yang kita tentukan sendiri.” –Manuel Careasquillo-

Menentukan Tujuan (Mulailah Kehidupan Impianmu Sekarang Juga!)

“Kekuatan pribadi seseorang adalah kemampuannya melakukan tindakan.” –Anthony Robbins-

“Nggak ada impian yang bisa jadi nyata kalau kamu nggak bangun dan mewujudkannya.” –Anonim-

”Kalau kesempatan nggak kunjung mengetuk, buatlah sebuah pintu.” –Milton Berle-

“Harga diri kemuliaan adalah tanggung jawab.” –Winston Churchill-

“Kebanyakan orang nggak pernah berhasil mencapai tujuan mereka akrena mereka nggak merumuskannya, memperlajarinya, atau dengan serius menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat diyakini atau dapat dicapai. Orang-orang sukses tahu kemana mereka akan pergi, apa yang akan mereka kerjakan sepanjang perjalanan, dan siapa yang akan berbagi petualangan dengan mereka.” –Denis Waitley-

Melangkah Sedikit Demi Sedikit (Memecah-mecah Tujuanmu)

“Gagal mempersiapkan berarti mempersiapkan kegagalan.” –John Wooden-

“Bagaimana caranya memakan seekor gajah? Satu gigitan dalam satu waktu.” –Anonim-

“Kegeniusan bukan terletak pada caramu mengerjakan hal-hal yang luar biasa, melainkan pada caramu mengerjakan hal-hal biasa secara luar biasa.” –Anonim-

Tertidur Saat Mengemudi (Membahayakan Diri Sendiri)

“Kamu mungkin akan kecewa saat mengalami kegagalan, tapi kami bisa benar-benar gagal kalau kamu tidak berusaha.” –Beverly Sills-

“Kalau kamu takut membuat orang lain marah, pada akhirnya, kamu hanya akan menggali nilai toloh ukur paling rendah dari prestasi manusia.” –Jimmy Carter-

Ban Kempes dan Mesin Rusak (Kesalahan, Kegagalan, dan Keyakinan Inti Bawah-Sadar)
“Yang penting itu bukan berapa kali kamu jatuh, melainkan beberapa kali kamu bangkit lagi.” –Anonim-

“Orang yang tidak pernah membuat kesalahan berarti tidak pernah mencoba hal-hal baru.” –Albert Einstein-

“Aku tidak gagal, aku hanya menemukan sepuluh ribu cara yang tidak mungkin dijalankan.” –Anonim-

“Kalau kamu berhenti berusaha sekarang, kamu tidak akan pernah tahu apa yang bisa muncul dari usahamu di masa depan.” –A. Nelson-

Bencana di Jalan (Mengatasi Kekecewaan dan Emosimu)

“Karakter yang kuat mungkin muncul pada momen besar, tetapi karakter tersebut terbentuk dalam momen-momen kecil.” –Anonim-

“Kalau saat mencoba pertama kali kamu nggak sukses, itu artinya kamu normal.” –M.H. Alderson-

“Ada satu tes untuk mengetahui apakah misimu di dunia ini sudah selesai atau belum. Kalau kamu masih hidup, berarti misimu belum selesai.” –Richard Bach-

“Benjolan-benjolan di jalan akan membuat perjalanan jadi lebih menyenangkan.” –Jorj Wager-

“Seorang manusia diukur dari besarnya hal yang membuatnya marah.” –Geof Greenleaf-
Aturan-aturan Perjalanan (Membangun Kehidupanmu di Atas Fondasi yang Kuat)

“Jangan cuma berusaha menjadi manusia yang sukses, tetapi berusahalah menjadi manusia yang berarti.” –Albert Einstein-

“Karakter adalah dirimu di dalam kegelapan.” –Anonim-

“Kamu tidak bisa kuat dalam hal besar dan penting, kalau kamu lemah dalam hal kecil.” –Ralph S. Marsten, Jr.-

“Kamu dilahirkan sebagai sesuatu yang asli. Jangan mau mati sebagai salinan orang lain.” –John Mason-

“Memutuskan untuk memilih, berarti memutuskan untuk mengotnrol dan bertnanggung jawab atas hidupmu.” –Arbie M. Dale-

“Tahun-tahun terbaik dari hidupmu adalah tahun-tahun saat kamu memutuskan bahwa masalahmu adalah milikmu. Kamu nggak menyalahkannya kepada ibumu, lingkunganmu, atau presidenmu; kamu sadar bahwa kamulah yang mengontrol nasibmu sendiri.” –Albert Ellis-

Yang Penting Bukan Tujuan, Melainkan Perjalanannya (Efek Riak)

“Aku pernah mendengar seseorang bilang, unsur pertama kesuksesan –percikan pertama dari impian remaja- adalah ini: memimpikan impian yang hebat.” –John A. Appleman-

“Yang membedakan generasi ini di semua negara dari generasi sebelumnya adalah ketetapan hati untuk bertindak, kegembiraan dalam berbuat, dan keyakinan akan kemampuan mengubah sesuatu dengan usaha sendiri.” –Hannah Arendt-

“Tempatmu berada dalam hidup, bergantung pada apa yang kamu pikir mungkin bagimu.” –Oprah Winfrey-

“Hidup adalah kanvas yang sangat besar; tuangkan saja seluruh catmu padanya.” –Danny Kaye-

“Satu-satunya hal yang bakal membuatmu menyesal dalam hidup ini adalah risiko yang nggak berani kamu ambil.” –Anonim-

“Ketika aku menghadap Tuhan di akhir hidupku, aku berharap secuil bakat pun nggak lagi tertinggal dalam diriku, sehingga aku bisa berkata, “Aku telah menggunakan semua yang Kau berikan padaku.” –Erma Louise Bombeck-

Saya Hanyalah Penulis Kemarin Sore

Andrea Hirata

Kompas Kita, Jumat 12 Februari 2010

Nama Andrea Hirata itu asli ya? Kok namanya berbau Jepang, emang masih keturunan jepang ya. Lantas Ikal itu siapa? Sukses terus ya.

Ya. Itu nama asli. Jika sempat membaca Maryamah Karpov, akan tahu bahwa ibu saya memberi nama Hirata dari kata Ahirat. Bacalah nama Hirata itu cepat-cepat akan terdengar Ahirat. Maksudnya agar saya tak lupa shalat. Waktu saya diskusi novel Laskar Pelangi di Jepang, peserta juga bertanya soal nama itu. Rupanya dalam bahasa Jepang, Hirata berarti sawah. Cocok untuk saya sebagai orang kampong. Ikal adalah saya sendiri.

Apakah Lintang dan Arai benar-benar pernah ada di dunia, hadir sebagai orang dekat anda? Di mana mereka sekarang? Saya menanyakannya karena saya sangat mengidolakan mereka berdua, selain Ikal tentu saja.

Ada, namun sekali lagi, seperti selalu saya sampaikan, bahwa bagaimanapun juga, tetralogi Laskar Pelangi adalah novel. Beberapa bagian ditulis dengan cara writing nonfiction with fiction technique, atau beberapa bagian lainnya writing fiction with nonfiction technique. Beberapa tokoh nyata dibuat seperti tak nyata. Tokoh tak nyata dibuat seakan-akan nyata. Silviana, jangan siksa dirimu dengan mengejar keontetikan cerita. Tenggelamkan dirimu dalam kenikmatan membaca sastra, and be inspired.

Tip apa yang dapat Anda berikan kepada penulis pemula agar bisa membuat cerita inspiratif seperti novel-novel Anda. Apakah novel Maryamah Karpov bakal difilmkan?

Riski, sesungguhynya saya tidak tahu bagaimana cara menjadi penulis yang baik dan cara membuat buku yang bagus. Seandainya saya tahu, tentu saya telah menjadi penulis yang cerdas dan semua buku saya akan sukses. Namun, saya kira pengetahuan yang luas tentang apa yang ditulis akan membuat tulisan menjadi powerful. Pengetahuan itu hanya bisa didapat melalui riset, dan hasil riset yang bagus akan ditentukan oleh pemahaman yang baik akan metodologi riset. Maka, sebelum menulis ada baiknya pelajari dulu metodologi riset. Sejauh ini saya belum memberikan novel Maryamah Karpov kepada produser untuk difilmkan.

Sukses sebagai novelis, Anda mencoba juga membuat lagu “Cinta Gila” dan ikut sukses pula. Apakah Anda memiliki keinginan serius di bidang musik ini?

Ditta, musik selalu berdendang di dalam kepala saya. Sebagai orang Melayu, umumnya kami secara natural punya musikalitas. Namun, sampai hari ini saya belum berniat untuk eksis di musik. Musik bagi saya masih berupa katarsis – pelarian – yang menyenangkan. Saya menulis lagu “Cinta Gila” juga lebih untuk mendukung film Sang Pemimpi.

Saya melihat perubahan bukan dalam gaya, tetapi kenakalan imajinasi. Dalam karya terakhir Andrea Hirata, Maryamah Karpov, tetap menarik tetapi berbeda dengan tigakarya sebelumnya: Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor. Apakah Andrea mengalami metamorphosis dalam menulis?

Terima kasih Nurul ataspertanyaan yang bagus ini. Banyak pembaca mengatakan Maryamah Karpov paling tidak “cair” dibandingkan dengan tiga novelku sebelumnya. Namun, data menunjukkan bahwa pembaca Maryamah Karpov hampir melampaui buku-buku sebelumnya, bahkan mulai menyaingi Laskar Pelangi. Saya semakin percaya pada anggapan bahwa jika kita menulis dengan teknik tertentu, pembaca sesungguhnya bisa diedukasi bahkan di-drive untuk mengikuti kea rah mana gaya seorang penulis bertransformasi.

Saya lihat di televisi lagu “Cinta Gila” sukses. Saya bukannya senang tetapi cemas. Ke mana sebenarnya arah kreatifitas Andrea Hirata yang multitalenta ini pada masa depan? Meskipun juga berkat bermusik, saya sarankan Andrea Hirata menulis novel saja karena susah mendapatkan yang bermutu dan menarik di negeri ini. Please don’t stop writing novel!

Kinkin, aduh, saya hanyalah penulis kemarin sore yang merasa belum pantas mendapat penggemar yang menyebut dirinya andreanis. Saya rasa hal semacam itu hanya untuk para penulis kawakan. Dalam waktu dekat saya akan me-launch novel Laskar Pelangi dalam bahasa Inggris. Judulnya menjadi The Rainbow Troops. Insya Allah Maret 2010 saya akan menerbitkan dua novel sekaligus untuk menutup seluruh seluruh kisah Laskar Pelangi. Dalam bidang musik, rencana saya adalah bagaimana agar bisa bertemu dengan Mick Kucknall, vokalis Simply Red. Masih tidak tahu bagaimana caranya. Saya masih memiliki minat yang besar untuk menulis. Terutama karena menulis selalu memancing saya untuk melakukan riset, dan saya senang melakukan riset. Saya melihat arah kreatifitas into seperti ini, yaitu musik sekedar hobi, iseng saja, dan mungkin mendukung tulisan saya. Karena adakalanya saya menulis suatu bab seperti sebuah lagu, ada intro, ada bridge, ada refrain ada fade out, dan sebagainya. Musik bagi saya memberi tantangan baru. Apalagi lagi “Cinta Gila” itu telah diinterpretasikan dengan sangat bagus oleh band Ungu.

Mas Andre, terima kasih sudah ikut berjasa membuat nama Pulau Belitong semakin dikenal luas masyarakat Indonesia. Bagaimana supaya anak muda di Belitung bisa punya sarana belajar produktif di pulau sendiritanpa harus merantau ke ibu kota Jakarta?

Halo Deffy. Sekarang Belitung sudah amat berbeda dari ketika saya kecil dulu. Berbagai sarana untuk berkarya dan berekspresi sudah seperti layaknya di kota besar. Teknologi informasi-internet, mobile phone, semua tersedia. Sarana adalah penting agar produktif, tetapi yang lebih penting adalah mentalitas untuk produktif.

Saya kira setelah novel-novel Pramoedya Ananta Toer, novel-novel Andrea Hirata pantas untuk dikenalkan ke dunia internasional karena sangat kental nuansa budaya lokal Indonesia dan ditulis dengan teknik yang bermutu. Adakah rencana untuk menerbitkan novel-nocel Andrea Hirata go international?

Rustam, Laskar Pelangi telah diterjemahkan de dalam bahasa Inggris dengan judul The Rainbow Troops. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov dengan diterjemahkan ke beberapa bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Penerbit Bentang Pustaka sedang bernegosiasi dengan agen di luar negeri untuk menerbitkan tetralogi Laskar Pelangi di luar negeri.

Saya adalah pembaca dari keempat buku tetralogi Laskar Pelangi. Saat membaca tiga buku pertama saya sangat menikmati. Bagi saya buku-buku tersebut penuh dengan spirit. Berbeda dengan buku Maryamah Karpov. Saya merasa “kering” saat membacanya. Sesan saya Andrea menulisnya lebih banyak dengan otak bukan dengan hati.

Tanjung, sebenarnya jauh-jauh hari sebelum Maryamah Karpov terbit, pada kesempatan kapan saja, baik saya maupun penerbit telah memeberitakan di media dan di berbagai diskusi buku bahwa Maryamah Karpov: Mimpi Mimpi Lintang itu adalah karya yang belum selesai. Masih akan ada kelanjutannya.

Beberapa presensi juga telah tergesa-gesa menilainya dengan kesan yang jelas bahwa mereka tidak tahu bahwa karya itu belum tuntas. Jika membaca Maryamah Karpov, tentu dapat dengan mudah melihat bahwa kisah tersebut memang masih akan bersambung. Mungkin ini terjadi karena informasi dalam industri buku Indonesia masih belum efisien.

Kenapa memercayakan pembuatan film ini kepada Mira Lesmana, Riri Riza, dan kawan-kawan? Siapa orang yang paling berjasa dalam hidup Andrea Hirata sampai sukses seperti sekarang ini.

Yunita, hambatan terbesar yang saya hadapi ketika memutuskan untuk memfilmkan novel-novel saya adalah mengadapi para pembaca yang umumnya tidak ingin novel-novel itu difilmkan. Bagi saya, pembaca amat penting dan mestilah saya dengan pendapatnya. Mira Lesmana dan Riri Riza adalh sineas yang saya anggap mampu menjawab keraguan para pembaca. Saya sengan karena anggapan saya terbukti. Film Laskar pelangi juga diapresiasi oleh pembaca novelnya. Orang yang berjasa banyak sekali, susah disebutkan satu per satu. Ibu dan ayah adalah yang terutama.

Saya mau Tanya, sebenarnya setiap novel Bang Andrea memakan waktu berapa lama?

Asep, saya punya kebiasaan yang mungkin tak bagus untuk ditiru, yaitu saya selalu menulis novel hanya dalam hitungan minggu. Namun, saya selalu menghabiskan lebih baykan waktu riset.

Monday, February 15, 2010

Fleksibel

Dikutip dari http://azrl.wordpress.com/2009/04/17/fleksibel/

April 17, 2009 in Life

Apakah anda orang yang fleksibel? Atau orang yang keras memegang prinsip? Saya pikir seninya adalah menjadi dua-duanya: tegas tapi fleksibel. Untuk itu kita perlu belajar dari air.

Saat mengalami cuaca buruk di dalam pesawat terbang, saya sering berpikir, semoga kerangka baja cukup kuat menahan goncangan. Tapi pada saat yang sama cukup lentur sehingga bisa melewatkan energi goncangan dengan selamat.

Kalau kita telalu lembek, maka kita tidak berbentuk. Gampang berubah-ubah. Kalau kerangka pesawat terbang terlalu lembek. Memang ia tidak mudah hancur. Tapi tidak bisa terbang. Kita bisa tahan terhadap semua gangguan, tapi kita tidak mencapai fungsi utama, tujuan utama.

Saya pikir kita harus belajar dari air. H2O.

Dalam suhu kamar, kita bisa mengambil bentuk air, mengalir seperti air. Air tidak memiliki bentuk. Fleksibel. Tetapi justru air diperlukan karena sifat tanpa bentuk itu. Ia bisa merambat ke mana-mana, membawa kehidupan, membawa energi, membawa kemakmuran ke seluruh penjuru dunia, sampai ke pojok terkecil dalam sel-sel tubuh kita.

Ia bisa terjun membangkitkan listrik. Ia bisa membawa perahu dan kapal ke seluruh penjuru dunia. Ia bisa membawa makanan. Ia bisa menjadi rumah bagi ikan-ikan.

Tapi kita bisa membekukan air menjadi es. Dalam bentuk es dia bisa dibentuk. Dia bisa menjadi keras. Dia bisa dibuat menjadi iglo, rumah orang Eskimo. Bahkan gunung es bisa membelah kapal raksasa seukuran Titanic.

Bila dipanaskan, air bisa menguap. Menjadi gas. Menjadi kabut. Ia kemudian bisa merambah ke mana-mana. Ia bisa naik sampai ke langit dan turun menjadi hujan berkat. Hujan rejeki bagi petani. Hujan kesejukan bagi daerah kering.

Dan baik es, air, maupun uap, ia tetaplah H2O. Jati dirinya tidak berubah. Cuma dia mengambil bentuk yang fleksibel. Terkadang kokoh, anggun, dan keras setenang gunung es. Atau dinamis dan agresif seperti sungai Citarum. Atau sejuk dan damai seperti kabut pagi di Puncak. Apapun bentuk yang ia pilih tidak merubah prinsip utamanya: berguna dan berkontribusi maksimal.

Kita tidak perlu terlalu mempertentangkan antara bersifat fleksibel dengan teguh memegang prinsip. Kita perlu menjadi seperti air ini. Teguh dalam hal menjadi berguna dan berkontribusi. Fleksibel dalam beradaptasi dengan jalur untuk mencapai kegunaan itu.

Tuesday, February 9, 2010

Ternyata kita harus hidup sehat



Setelah saya baca buku The Miracle of Enzyme karya Hiromi Shinya, MD, akhirnya saya mempelajari bahwa kesehatan itu ternyata datang dari gaya hidup yang sehat. Di buku ini, beliau fokus membahas tentang fungsi enzim dan betapa pentingnya enzim pangkal dalam tubuh.

3 cara menghemat enzim pangkal:

1. Tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.
2. Mengonsumsi makanan seimbang yang terdiri dari makanan alami dan segar.
3. Mengunyah makanan dengan baik (30-50 kali/suap).

“Orang-orang yang tanpa diragukan akan menderita penyakit gaya hidup pada suatu saat dalam hidupnya biasanya merokok, mengonsumsi alkohol setiap hari, mengonsumsi banyak daging dan hampir tidak pernah mengonsumsi buah-buahan atau sayur-sayuran, serta mengonsumsi produk-produk hasil susu seperti susu, yoghurt, dan mentega.” -The Miracle of Enzyme hal. 108-

Pikiran saya menjadi terbuka bahwa produk susu yang sering di gembar-gemborkan menjadi produk yang sangat bermanfaat, ternyata mengandung hal yang dapat memicu alergi maupun penyakit yang paling dihindari di dunia apabila dikonsumsi berlebihan, tentu saja dengan penjelasan medis. Ada juga, jika mengonsumsi daging yang berlebihan juga dapat beresiko menyebabkan kanker, karena sebaiknya kita mengonsumsi daging kira-kira 1 gram untuk setiap 1 kg tubuhnya. Contohnya, berat 61 kg cukup membutuhkan 60 gram protein hewani tiap harinya.

Jadi gimana dong?

Makanan seimbang yang paling cocok bagi manusia:

1. Rasio makanan nabati dan makanan hewani adalah 85-90% berbanding 10-15%.
2. Secara keseluruhan, biji-bijian sebaiknya 50%, sayuran dan buah-buahan 35-40%, serta daging 10-15%.
3. Santaplah biji-bijian yang tidak digiling, yang secara keseluruhan membentuk 50% makanan.

“Kebiasaan-kebiasaan baik akan mengalahkan gen-gen buruk. Dengan mewariskan kebiasaan-kebiasaan baik, Anda dapat “mengubah” gen.” -The Miracle Of Enzym hal. 166-167- :)

Ini adalah rutinitas minum air saya sehari-hari (500ml per gelas & suhu air dibawah suhu tubuh, tapi tidak sedingin es):

1. 1-3 gelas saat bangun tidur.
2. 2-3 gelas 1 jam sebelum makan siang.
3. 2-3 gelas 1 jam sebelum makan malam.

“Hindari minum air pada larut malam. Hanya sedikit saja untuk menghilangkan rasa haus (kira-kira 1 gelas)” -The Miracle of Enzyme hal. 204-

“Konsumsilah Minyak Ikan” -The Miracle of Enzyme hal. 273-

“Minumlah Suplemen Secukupnya... Vitamin-vitamin yang larut dalam air, seperti B kompleks dan vitamin C, larut dalam cairan tubuh dan dikeluarkan melalui urine; oleh karenannya, asupan hairan sangatlah penting, walaupun hanya sejumlah kecil yang diperlukan” -The Miracle of Enzyme hal. 273-274-

Monday, February 8, 2010

Ingin Membuat Orang Lain Terhibur

Kompas Kita, Jumat, 5 Februari 2010

Raditya Dika

Ingin Membuat Orang Lain Terhibur

Saya kagum dan mau belajar darimu, khususnya dalam menulis. Apa mimpi terbesar Raditya dalam dunia tulisan?


Mimpi yang paling besar dalam dunia tulisan adalah untuk membuat sebuah karya magnum opus yang benar-benar jadi karya yang bakal diingat orang terus.

Bang Raditya Dika, kenapa sih Anda senang sekali membuat cerita-cerita yang lucu dan konyol?


Karena bisanya membuat cerita-cerita yang lucu dan konyol, saya belum berani untuk menulis cerita yang serius karena setiap kali nulis cerita yang serius jatuh-jatuhnya pasti menulis yang lucu-lucuan lagi. Saya juga terpengaruh dari kecil oleh buku Lupus-nya Hilman dan setelah dewasa oleh buku-buku David Sedaris. Semuanya buku komedi. Jadi mungkin terpenaruh gaya tulisan mereka.

Halo Bang Dika, kapan buku kelimanya keluar dan komik Kambingjantan 2 keluar? Kok tumben lama?

Buku kelima sedang dalam proses menulis. Komik juga tinggal digambar beberapa bagian lagi. Iya, emang akhir-akhir ini lagi ribet banget oleh proyek-proyek sampingan (skrip film dan sebagainya). Jadi, agak lama menyelesaikannya. Tapi pasti kalau ada nanti dikabari via Twitter saya di @radityadika.

Saya juga seorang blogger dari Yogyakarta. Saya ingin sekali tulisan-tulisan di blog saya bisa diterbitkan menjadi sebuah buku seperti blog Mas Raditya Dika. Tolong dong berikan tips-tips agar kita tidak kehabisan ide saat menulis di blog. Juga, tips agar tulisan di blog kita bisa diterbitkan menjadi sebuah buku.

Tips agar tidak kehabisan menulis saat menulis di blog adalah dengan membuka mata dan telinga lebar-lebar. Kita harus menjadi orang yang observant, yang memerhatikan dunia sekeliling kita, karena sumber ide dan inspirasi dalam menulis sesungguhnya sudah ada di sekelling kita, hanya tinggal bagaimana kita memilah dan menyajikannya dalam bentuk tulisan.

Apa alasan Dika untuk memasukkan unsur komedi dalam kisah-kisahnya dan kata-kata yang enggak lazim dalam mengungkapkan cerita?


Karena orang selalu suka dibuat tertawa. Makannya saya menulis dalam gaya komedi. Alasan lainnya adalah karena komedi itu sebenarnya susah untuk dieksekusi, maka saya mencoba untuk belajar caar-cara menulis komedi yang baik hingga bisa membuat orang tertawa. Tantangan besar!

Aku dan teman-temanku sangat suka membaca buku-buku Kakak. Ceritanya sangat konyol, tetapi tetap menarik. Apakah Kakak akan terus menulis dengan tema seperti buku terdahulu atau akan menulis tema lain? Apa yang membuat kakak selalu bersemangat untuk menulis? Semoga Kakak terus menghasilkan karya-karya yang hebat! Semangat!

Iya, kayaknya saya akan terus menulis buku sesuai dengan tema yang terdahlu. Namun, buku kelima saya yang terbit tahun ini, Marmut Merah Jambu, akan lebih banyak memuat tema cinta dibandingkan buku-buku yang lama. Jadi, pastinya akan sedikit berbeda.

Saya paling suka versi komik Kambingjantan, bikin perut kejang gara-gara ketawa. Kapan novel terbaru dirilis ke film?


Novel terbaru dirilis ke film masih dalam proses penulisan, mudah-mudahan cepat selesai.

Meski baru sedikit tahu cerita novel Cinta Brontosaurus yang rencananya mau diangkat ke layar lebar, jadi penasaran juga. Kapan mulai shooting?


Cinta Brontosaurus masih dalam proses penulisan skenario. Saya juga belum tahu kapan shootng dan tayang. Production house-nya juga belum dapat.

Pada umur berapa Mas Radit tahu bakal menjadi penulis? Sukses ya!

Saya baru tahu bahwa saya ingin dunia menulis menjadi sepenuhnya profesi saya itu tahun lalu. Tetapi saya dari kecil selalu ada ketertarikan untuk menulis. Ini bisa dilihat dari diary yang saya tulis dari saat masa kecil hingga nge-blog sewaktu sudah aagk dewasa.

Saya sangat terkesan dengan gaya Anda menulis. Anda mengingkatkan saya pada Hilman “Lupus” pada dekade 1980-an. Apakah Anda punya pesan moral kepada penulis muda?

Sejujurnya... tidak. Ha-ha-ha. Saya menulis tanpa pretensi untuk mengajarkan pesan moral, pesan hidup, atau pesan-pesan yang lainnya. Saya menulis dengan tujuan satu: saya ingin tulisan saya ketika dibaca membuat orang lain terhibur. Maka saya berusaha untuk membuat tulisan saya serenyah dan sebagus mungkin. Kalau memang ada pesan yang diambil orang melalui situ, itu murni kebetulan saja.

Kak Dika, gimana cara buat blog yang asyik, enggak ngebosenin, dan hal yang paling gila apa yang pernah lo lakuin?

Cara membuat blog yang asyik dan enggak ngebosenin paling gampang adalah dengan belajar dulu teknik menulis yang membuat tulisan kamu enggak ngebosenin. Banyak-banyak baca buku, banyak berlatih, banyak meniru tulisan orang lain (bukan mencontek) maka dengan sendirinya kelancaran kamu menulis akan terlatih.

Apakah sosok keseharian Raditya Dika memang mirip dengan karakter Radit dalam Kambingjantan dan novel Radit lainnya?

Kurang lebih sama. Tetapi, saya memang agak lebih serius di kehidupan yang asli.

Tujuan kamu, hidup ini untuk apa? Setelah memutuskan keluar kuliah di Australia, kemudian kamu kuliah dimana? Apakah di film Kambingjantan, 100 persen kisah hidup kamu?

Tujuan saya hidup untuk bahagia, ha-ha-ha. Sekarang saya kulish di FISIP Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik. Film Kambingjanta tidak 100 persen kisah kehidupan yang terjadi.

Saya penggemar Bang Dika dan saya mengoleksi semua buku karya Bang Dika. Bang Dika dalam menulis menampilkan kesan yang jujur, apa adanya. Siapakah orang yang turut berpengaruh di dalam gaya menulis Abang?

Orang yang paling berpengaruh tentu saja adalah buku-buku Lupus yang saya baca sewaktu masih kecil dahulu. Secara komedik, yang berpengaruh adalah stand up comedian yang saya suka tonton: Jerry Seinfeld, Ellen DeGeners, Mitch Hedberg, dan lain-lain. Penulis yang saya suka ada David Sedaris, Chuck Palahniuk, Orhan Pamuk, dan lain-lain.

Saya ingin menanyakan blog Mas Adit itu dinamakan Kambingjantan?


Iya, dinamakan Kambingjantan karena dulu sewaktu SMA saya dipanggil “kambing” oleh teman-teman.

Gimana sih cara sederhana untuk membuat blog? Apakah kita bisa mendapat profit dari blog tersebut?

Cara simpel membuat blog? Tinggal datang ke engine yang kamu mau pakai (Wordpress, Blogspot, dan sebagainya) lalu daftar. Viola! Jadi deh. Kamu bisa dapat profit dari blog, tetapi kalau menurut saya mendingan konsentrasi untuk menulis dan membuat blog kau menarik baru berpikir soal profit.

Gimana sih cara menesuaikan mood saat menulis biar konstan? Biar tulisannya jadi novel gitu? Gue suka menulis, tetapi suka engak jadi-jadi.


Sering kali justru masalahnya bukan pada mood. Novel yang enggak jadi-jadi itu biasanya karena plotting yang kurang komplet. Sebelum kamu duduk dan menulis novel, kamu harus yakin bahwa kamu sudah punya plot yang komplet dari awal sampai akhir cerita. Jika kamu langsung duduk dan menulis, kamu sering kali akan kebingungan bagaimana melanjutkan cerita kamu ditengah-tengah proses penulisan, dan akhirnya berhenti menulis.

Welcome, to Tri Handoyo Writing Experience

Sebuah blog aktualisasi diri Tri Handoyo.

Tahu, kenal, paham, perform, share, open mind!

"Sebuah cerita datang dari sebuah kejujuran, dan kejururan itu pasti membawa berkah."

Berbagi inspirasi dan motivasi melalui karya tulis.

Semoga sukses selalu!